Rabu, 09 Maret 2011

Teh Hitam


Banyak orang hingga kini masih sering menganggap teh hitam dan teh merah adalah dua jenis teh yang berbeda. Tentu saja hal tersebut adalah hal yang salah kaparah, teh hitam dan teh merah adalah teh yang sama yang berasal dari tanaman camellia sinensis dan dari jenis the yang sama, jenis teh tersebut dibagi berdasarkan tingkat oksidasi yang pernah aku jelaskan sebelumnya. Lalu mengapa teh tersebut “seperti” teh yang berbeda? Hal disebabkan penafsiran warna dari teh tersebut, Cina dan jepang menyebutnya teh merah berdasarkan warna yang timbul pada air yang diseduh dan khususnya orang eropa menyebutnya teh hitam berdasarkan warna dari daun teh yang sudah melalui proses oksidasi.

Teh hitam (aku akan mengunakan the hitam karena lebih populer) tidak seperti jenis teh kebanyakan salah satu contohnya teh hijau yang mudah hilang rasa teh tersebut dikarenakan termakan oleh waktu, tidak untuk teh hitam. Rasa teh hitam itu sendiri dapat bertahan beberapa tahun lebih lama dibandingkan teh hijau, teh hitam hampir mirip seperti teh Pur-erh, namun teh Pur-erh dapat bertahan lebih lama hingga mencapai 50 tahun. Dan teh hitam adalah teh yang dikonsumsi paling banyak di seluruh dunia, hingga 90% konsumsi teh adalah teh hitam.

Warna Teh
Aku tidak bisa menjelaskan warnanya secara spesifik hal ini dikarenakan oleh pengaruh dari teh tersebut berasal, waktu pemetikan, kandungan tanah dan bahkan temparatur sangat mempengaruhi. Secara garis besar, warna teh hitam dapat digambarkan bahwa warnanya lebih gelap (dark amber color) dan pekat dibandingkan jenis teh yang lain.

Pengolahan teh hitam
Tentunya yang pertamakali dilakukan adalah pemetikan daun, kemudian daun teh dikeringkan melalui proses pemanasan basah yaitu dengan uap basah, proses ini tujuannya adalah agar kandungan air menguap.

Lalu teh hitam melalui proses selanjutnya yaitu bisa dengan dua cara yaitu yang pertama adalah crush and curl (CTC), yaitu dimana daun teh diproses secara en-masse menggunakan mesin penggulung yang sangat besar. Atau dengan cara yang kedua yaitu secara ortodoks yaitu setiap daun teh digulung secara terpisah. Hanya teh kualitas sangat tinggi yang melalui proses tersebut dengan tangan bukan dengan mesin.

Kemudian daun teh masuk ke dalam proses oksidasi, pada proses oksidasi tersebut temparatur dan tingkat kelembapaan harus sangat dijaga. Setelah waktu oksidasi dirasa cukup teh dihentikan proses oksidasinya.

Dan daun teh lalu disortir, berdasarkan gradenya menurut ukuran teh tersebut. (whole leaf, broken leaf, fanning dan dust)

Manfaat dan kandungan teh hitam
Teh hitam banyak mengandung antioxidant yang tentunya bermanfaat untuk mencegah kanker, mengurangi resiko penyakit jantung dan dapat menurunkan kolesterol.

Antioxidant yang terkandung pada teh hitam adalah polyphones atau tannin. Yang kita semua ketahui tannin dapat mencegah kerusakan sel ( kerusakan sel merupakan tanda-tanda awal kanker) dan dapat membantu sel untuk memproduksi sel-sel baru.

Hampir semua teh yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis mengandung kafein. Teh hitam pun mengandung kira-kira sekitar 25 hingga 60 mg kafein per cangkir.

Jenis-jenis dan rasa teh hitam
Secara garis besar teh hitam dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu pure tea (teh murni) dan blend tea (teh campuran). Hal ini bukan berarti bila blend tea (teh campuran) adalah teh palsu atau tidak asli. Blend tea yang dimaksud daun teh dapat dicampur atau di mix dengan daun teh yang berbeda tempat atau perkebunan yang berbeda negara. (Aku akan menjelaskan hal ini lebih rinci pada tulisan ku yang berikutnya, jadi terus datang ke blog ku ini ya)

Untuk sekarang mari kita membahas terlebih dahulu mengenai jenis teh hitam berdasarkan tempat asal daun teh tersebut berasal. Kalian pasti pernah mendengar teh Darjeeling (India), Assam (India), Yunnan (Cina), Ceylon (Sri Langka) dan sebagainya. Yups itu merupakan jenis the yang diberi nama sesuai dengan daerah teh tersebut berasal Setiap jenis teh hitam memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh kondisi daerah tempat the tersebut tumbuh dan dipetik.

Oia rasa yang aku jabarkan dibawah ini sifatnya subyektif sekali, karena selain karena indera pengecapan yang berbeda kualitas dari teh tersebut mempengaruhi rasa dari teh tersebut.

Chinese Black Tea
Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya mengenai sejarah teh. Teh secara mutlak memang berasal dari cina, tetapi hingga kini masih banyak perdebatan tahun teh itu pertamakali ditemukan. Ada yang menganggap teh ditemukan 2000 tahun lalu dan ada yang berpendapat bila teh tersebut ditemukan pertamakali 5000 tahun yang lalu. Tapi sekarang kita nggak mau memperdebatkan itu, kita telusuri yuks jenis-jenis teh hitam yang berasal dari cina ini

Lapsang: Teh hitam ini berasal dari sekitar gunung Wuji di provinsi Fujian Cina. Teh ini memiliki rasa yang sangat kuat dan kental, hal ini dikarenakan teh ini dikeringkan diatas cemara yang terbakar.
Keemun: Teh ini berasal dari daerah Qimen yang merupakan provinsi Anhui. Teh ini memiliki rasa mirip buah-buahan dan sedikit rasa mengambang aroma cemara, buah prem kering dan bunga.
Yunnan: Teh ini berasal dari provinsi Yunnan, memiliki rasa kental yang merupakan ciri khas teh hitam dan memiliki tekstur yang sangat lembut.
Ying De Hong: Teh yang meninggalkan aroma dan rasa manis dimulut setelah menyeruputnya, berasal dari provinsi Sichuan.

Indian Black Tea
Di India teh ditanam secara besar-besaran, nggak herankan mengapa teh yang diproduksi di India menduduki posisi atas teh di seluruh dunia

Assam: Teh ini memilik rasa yang sangat kuat dan rasa kental yang sangat jelas terasa. Teh ini diproduksi di daratan rendah Assam. Beberapa teh Assam mengandung Golden Tips yang mempengaruhi rasa manis the tersebut.
Darjeeling: Teh ini terkenal sebagai "champagne of teas”, hal ini dikarenakan rasa pahit atau pedas mengambang dan rasa muscatel seperti sensasi wine terdapat pada teh Darjeeling. Teh ini sangat digemari oleh penikmat teh, karena teh ini memiliki kualitas teh yang sangat tingi.
Nilgiri: Aroma teh ini sangat wangi dan kuat, teksturnya sangat lembut di lidah dan rasanya sekaligus tajam (menyengat). Teh ini berasal dari bukit yang terdapat di Nilgiri yaitu Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu.

Teh hitam juga diproduksi di bagian selatan Kerala yaitu Munnar dan bagian utara Kangra, yang merupakan bagian dari Himachal Pradesh.

Sri Lankan Black Tea
Sri langka adalah negara nomor tiga penghasil teh di dunia.Kondisi tempat penamam teh di Sri langka memiliki tingkat ketinggian yang berbeda-beda, yang tentu saja sangat mempengaruhi rasa dari the tersebut. Teh Ceylon atau teh Sri Langka memiliki tone yang segar dan kering mirip dengan citrus.

Teh juga ditanam diberbagai daerah di seluruh dunia, seperti teh Kenya afrika memiliki kualitas dan rasa yang hampir mirip teh Assam India. Teh Vietnam memiliki aroma yang sangat sedap dan manis. Lalu the yang berasal dari pegunungan di Nepal yang memiliki rasa hampir mirip dengan Darjeeling India, kemudian teh Turki yang bening atau jernih dan berwarna mahogany terang. Teh juga diproduksi di Thailand, Azerbaijan, Georgia, Russia, Cameron yaitu dari negara Malaysia dan juga tentunya dari Indonesia, khususnya teh Sumatra yang terkenal hingga keseluruh dunia.

Selain teh hitam diberi nama berdasarkan daerah the tersebut berasal. Teh hitam pada mulanya juga dapat digolongkan berdasarkan daun dari tanaman teh tersebut dipetik. Contohnya seperti ini, teh putih diambil dari pucuk daun yang dipetik sekali setiap tahun pada musim semi dan daun teh yang terdapat dibawah pucuk tanaman teh dapat digunakan sebagai teh hitam (reformed tip). Hal ini lah digunakan sebagai acuan batasan dari Pekoe (dibaca ‘PECK-oh’) hingga yang lainya seperti Golden Flowery Orange Pekoe dan Tippy Golden Flowering Orange Pekoe

sumber : http://www.23teaparty.blogspot.com

1 komentar:

  1. saya mau tanya , katanya utk buat teh tarik sebaiknya menggunakan teh jenis assam, apakah di indonesia ada jual teh yg mirip dengan teh assam tersebut dan apa mereknya?

    BalasHapus